Kasus Dan Tips Menghindari Bahaya 'Skimming' ATM

Halosiana.com - Saat ini sedang viral mengenai berita skimming ATM. Tindakan ini sangat merugikan berbagai pihak terutama pengelola bank. Berita lalu menyebutkan modus pembobolan ATM dengan skimming ATM yang dilakukan oleh 5 orang. 

Menurut informasi yang dilansir Liputan6.com, 5 orang tersebut telah membobol ATM di rekening tabungan dari 13 nasabah BCA.

Kasus Dan Tips Menghindari Bahaya 'Skimming' ATM
Kasus Dan Tips Menghindari Bahaya 'Skimming' ATM




Skimming ATM adalah tindakan pembobolan yang bertujuan mencuri informasi data kartu kredit ATM pada strip magnetik secara illegal.

Metode phising ini digunakan oleh para pelaku yang bekerja sama dengan hacker. Sehingga hacker mengelola data informasi dari setiap kartu kredit pengguna ATM yang menjadi korban.

Perangkat Skimmer juga dibuat sesuai cara kerja kartu ATM dan alat/mesin pada ATM. Tidak hanya itu, bahan kimia juga menjadi peran dari perangkat skimmer ini yang membuat proses skimming menjadi tidak terdeteksi.

Tindakan skimming memiliki cara kerja perangkat skimmer yang memiliki fungsi cloning dengan kartu ATM pengguna sebelumnya.

Dari tindakan tersebut, nasabah BRI mengalami kerugian hingga 145 juta rupiah. Modus skimming dilakukan oleh pelaku dengan beberapa cara untuk membobol ATm

Modus skimming pembobolan ATM



  1. Memasang alat pemindai data pada pita magnetik ATM, karena alat tersebut menyerupai lubang ATM asli.
  2. Pelaku menggandakan nomor kartu debit ke kartu baru menggunakan perangkat lunak maupun keras.
  3. Memasang 'Spy Camera' di mesin ATM untuk melihat pin, lalu pelaku membuat kartu duplikat untuk mencairkan dana.
Dari tindakan kasus skimming diatas sudah banyak melakukan kasus yang serupa. Kasus tersebut terjadi pada beberapa waktu lalu dan sebagian besar terjadi di Indonesia.


Kasus skimming pembobolan ATM



  • 21 Januari 2010


    - Kerugian nasabah mencapai 5 miliar rupiah
    - Bank yang kebobolan : BCA, BRI, Mandiri, BNI, Permata, dan lainnya
  • 3 September 2014


    - 9 pelaku diringkus Polda Jawa Tengah
    - Pelaku menyalin data kartu ATM
    - Kerugian nasabah mencapai 3,6 miliar rupiah
  • 25 Oktober 2016


    - 35 Nasabah BRI Mataram, NTB dibobol pelaku
    - 2 kejahatan skimming dilakukan oleh warga negara Turki
  • 16 Sepetember 2017


    - Pembobolan ATM BRI di Gili Trawangan, Lombok
    - 3 Pelaku dari warga negara Bulgaria telah ditangkap
    - 3 pelaku WNA tersebut merupakan jaringan pembobol ATM Bali dan Lombok
  • 18 Desember 2017


    - Menarik uang nasabah dengan kartu hasil duplikat
    - 9 warga negara Bulgaria, Kroasia, Romania, dan Ukraina telah ditangkap
    - 3 pelaku dari Indonesia telah ditangkap
  • 14 Maret 2018


    - Pembobolan uang rekening dari 33 Nasabah BRI hilang
    - Kerugian Nasabah mencapai 145 juta
    - Lokasi berada di Kediri, Jawa Timur
Dari beberapa kasus diatas ada beberapa komentar yang diulas oleh Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi BRI yang mengatakan " Ancaman yang makin masif dengan adanya dunia digital di pelayanan finansial paling menarik karena menyangkut perkara uang " ujarnya.

Tidak hanya itu, Polri juga akan menggandeng otoritas perbankan untuk menemukan modus operandi yang meresahkan masyarakat mengenai kasus ini.

Dari hal tersebut dihimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas baik itu transaksi atau yang lainnya di ATM.

Agar lebih berhati-hati dalam kasus yang telah terjadi kali ini, ada beberapa tips yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk memperketat keamanan.


Tips menghindari bahaya skimming ATM



1. Berhati-hati saat menekan pin/sandi


Biasanya di dalam ruang ATM terdapat CCTV. Anda harus mampu menutupi sandi/pin Anda agar tidak terekam oleh CCTV.


2. Pilih lokasi ATM


Lokasi ATM yang berada di lingkungan sepi, akan menjadi incaran pelaku pembobolan. Lokasi ini biasanya berada di dekat toko atau restoran.


Disarankan untuk melakukan transaksi melalui ATM yang lokasinya memiliki jangkauan dengan bank. Dan intinya semakin jauh dari bank, maka semakin besar peluang pembobolan oleh pelaku.

3. Periksa saldo


Untuk kenyaman pengguna kartu kredit, sebaiknya memeriksa secara rutin dari jumlah saldo yang tersedia. Hal tersebut merupakan kewaspadaan yang harus tetap dilakukan oleh masyarakat.


4. Lihat kondisi mesin ATM


Sebelum melakukan transaksi hendaknya memperhatikan kondisi dari mesin ATM yang akan digunakan. Jika sekiranya terdapat alat yang tidak biasa dan bentuk lubang ATM terlihat berbeda pada umunya, sebaiknya jangan melakukan transaksi di ATM tersebut.


5. Jangan terlalu sering mengakses akun bank


Hacker memiliki banyak cara yang digunakan untuk mengambil semua informasi dan data dari targetnya. Sehingga percayakan akun bank Anda kepada pihak layanan Bank yang digunakan.


6. Daftar pengamanan otentikasi bank


Anda harus mendaftarkan akun bank untuk mendapatkan pengamanan yang lebih dari pihak Bank. Selain itu gunakan layanan pesan singkat dari bank yang akan memberitahu kapanpun terjadi perubahan saldo Anda.


7. Ganti PIN secara berkala


Untuk lebih memperketat keamanan ATM, sebaiknya melakukan pergantian PIN secara berkala. Hal ini disarankan agar pelaku skimming sulit mengakses akun bank. 

Jangan lupa untuk menutupi PIN yang Anda ketik dengan tangan Anda agar tidak terekam oleh CCTV yang ada di dalam ruang ATM.

Sekian artikel mengenai Kasus Dan Tips Menghindari Bahaya 'Skimming' ATM kali ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel